Ini hanya perjalanan kecil yang kami lakukan untuk mengenang sebuah peristiwa besar yang menjadikan bangsa ini besar hingga saat ini 10 November sebuah hari dimana para pahlawan nasional dikenang jasa – jasanya dalam merebut kemerdekaan bangsa ini. Paguyuban Onthel Rabuk Yuswo mencoba mengenang jasa pahlawan dengan melakukan napak tilas ketempat tempat bersejarah itu.
Perjalanan kami mulai dari sebuah kampung di barat daya kota Yogyakarta kampung Minggiran namannya, perjalanan napak tilas 10 November ini kami mulai menuju ketempat pertama yaitu : “Museum perjuangan nasional” dimana sebuah museum berdiri tempat menyimpan barang barang berharga bernilai sejarah tinggi bagi bangsa Indonesia, barang – barang tersebut pernah digunakan para pendiri bangsa ini untuk merebut kemerdekaan.
Walaupun hanya dengan kesederhanaan doa bersama kami panjatkan untuk mengenang pengorbanan para pahlawan nasional, agar bangsa ini terbebas dari segala macam permasalahan yang menjadikan bangsa ini semakin terpuruk, agar semangat perjuangan para pahlawan tetap berkorbar di hati anak – anak bangsa.
Perjalanan kami teruskan keselatan menuju sebuah kampung Karangkajen dimana terdapat makam Kyai H. Ahmad Dahlan dan Nyai Hj. Ahmad Dahlan dimakamkan. Jasa beliau sebagai pendiri Muhammadiyah dan Aysiah tidak terlepas dari perjalan bangsa hingga saat ini. Dengan penuh khidmat doa juga kami panjatkan. Bukan dengan kemeriahaan upacara tabur bunga, tembakan salto ataupun potong tumpeng tapi dengan semangat perjuangan perjalanan mengguanakan sepeda ini kami lakukan untuk mengenang jasa para pehlawan.
Perjalanan kami lanjutkan menuju sebuah tempat bersejarah dimana anak bangsa gugur mempertahankan kemerdekaan tempat dimana penerbang bersaudara Adisucipto dan Adi sumarmo di tembak tentara Belanda gugur membawa obat – obatan untuk para pejuang. Kampung pandean dimana tempat pesawat tersebut ditembak jatuh oleh belanda yang kemudian diabadikan menjadi monumen Angkatan Udara .Disini kami juga berdoa untuk para pahlawan dan juga bangsa ini untuk lebih bisa menghargai kemerdekan yang direbut dengan segala pengorbanan yang dilakukan.
Dari Monumen Angkatan Udara kami melanjutkan perjalanan menuju makam Wiyata Brata tempat peristirahatan terakhir Ki. Hadjar Dewantara pendiri perguruan Nasional pahlawan kebangkitan Nasional, Pahlawan pendidikan yang dengan ketulusan hati tanpa pamrih berjuang sehingga bangsa ini bisa menjadi bangsa yang cerdas terbebas dari kebodohan hingga saat ini walaupun mungkin pendidikan saat ini hanya menjadi milik orang – orang tertentu karena dirasakan sangat mahalnnya biaya pendidikan saat ini.
Dari makam Ki Hadjar sepeda kami kayuh menuju Taman Makam Pahlawan Kusumanegara tempat terakhir para pahlawan Nasional bersemayam untuk selamannya, orang orang besar yang jasanya sangat besar untuk bangsa ini bersemayam menjadi kusuma bangsa. Dari TMP Kusumanegara kami lanjutkan perjalanan ini menuju Rumah Jendral besar bangsa ini Jendral Sudirman, yang berjasa memimpin pergerakan nasional melalui perlawanan bersenjata dengan perang Gerilya, Beliau dalam keadaan sakit parah rela meninggalkan keluarga untuk memimpin TNI melawan penjajahan yang dilakukan belanda.Para pahlawan meninggalkan semangat perjuangan pantang menyerah yang diwariskan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk harus selalu dijaga dan dilestarikan.
Perjalanan kami akhiri di sebuah tempat paling bersejarah bagi bangsa ini yaitu monumen serangan umum 1 maret, masih terasa dan semoga terus berkobar semangat rakyat melawan belanda ditempat ini sehingga penjajah benar benar pergi meninggalkan bumi pertiwi.
Semoga perjuangan ini akan terus kami kenang dan lanjutkan, seagai anak bangsa yang mampu menghargai perjuangan untuk merebut kemerdekaan ini karena bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai jasa – jasa para pahlawan pendiri negara ini.
Sepiring mie Instan dan segelas teh hangat telah menanti menggantikan lelah perjalanan napak tilas Pahlawan Nasional Paguyuban Onthel Rabuk Yuswo.
Paijo Pesek











Wah mantap, salut dan acungan dua jempol buat teman-teman PORY, kapan-kapan saya ikut bergabung untuk ngonthel bersama. Kalau boleh tahu setiap kali ngumpul dimana, saya tinggal di kampung Surokarsan, Mergangsan, nuwun